Senin, 07 Juli 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Portrait Super Kontras Dengan Tiga Langkah Mudah Photoshop
Hanya
dengan 3 langkah mudah, kita akan mengubah foto kiri diatas menjadi
foto portrait dengan kontras tinggi seperti dalam foto sebelah kanan.
Efek ini sering dipakai untuk menunjukkan karakter kuat dan keras alias
macho. Caranya mudah, silahkan ikuti tiga langkah singkat menggunakan
photoshop dibawah ini:

Anda akan memperoleh 3 layer seperti dibawah ini, klik layer ditengah:



Sekarang anda bisa menyimpan foto tersebut.

Langkah Pertama
Buka foto portrait anda di photoshop, lalu buat duplikat layer sebanyak dua kali, pencet Control-J (mac: Command-J), sebanyak dua kali:Anda akan memperoleh 3 layer seperti dibawah ini, klik layer ditengah:
Langkah Kedua
Setelah layer kedua di highlight (diklik), lalu pencet kombinasi tombol sebagai berikut: Control-shift-U (mac: Command-Shift-U), kombinasi ini akan menghasilkan layer tengah yang kehilangan saturasinya:Langkah Ketiga
Selanjutnya klik layer ketiga (layer paling atas), lalu di blending mode (kotak disebelah kiri opacity di layer panel), ubahlah dari Normal ke Overlay. Voila… anda mendapatkan foto portrait dengan kontras tinggi seperti diatas:Sekarang anda bisa menyimpan foto tersebut.
Contoh Lain
Foto dibawah adalah contoh lain dari pemrosesan dengan langkah diatas:Update Adobe Lightroom 4.2 dan Camera RAW 7.2
Adobe baru saja merilis update pada aplikasi manejemen dan olah foto
Lightroom ke versi 4.2 beserta Camera Raw 7.2 . Dalam update ini ada
banyak tambahan jenis kamera baru, diantaranya adalah Nikon D600. Untuk
lensa, tambahan baru antara lain Tamron 24-70mm f/2.8. Update juga
memperbaiki kinerja Lightroom secara keseluruhan. Update ini sifatnya
adalah perbaikan dan tambahan jenis lensa dan kamera yang di support
jadi tidak ada tambahan fitur.

Berikut daftar semua kamera baru yang ditambahkan di Lightroom 4.2 serta Camera Raw 7.2:
Berikut daftar semua kamera baru yang ditambahkan di Lightroom 4.2 serta Camera Raw 7.2:
- Canon EOS 650D / Rebel T4i
- Canon EOS M
- Fujifilm XF1
- Fujifilm X-E1
- Fuji FinePix F800EXR
- Leaf Credo 40
- Leaf Credo 60
- Leica S
- Leica D-LUX 6
- Leica V-LUX 4
- Nikon Coolpix P7700
- Nikon 1 J2
- Nikon D600*
- Panasonic DMC-G5
- Panasonic DMC-LX7
- Panasonic DMC-FZ200
- Pentax K-30
- Samsung EX2F
- Sony Alpha NEX-5R
- Sony Alpha NEX-6
- Sony Alpha SLT-A99V
- Sony DSC-RX100
- Canon EF 24mm f/2.8 IS USM – Canon
- Canon EF 28mm f/2.8 IS USM – Canon
- Canon EF 40mm f/2.8 STM – Canon
- Canon EF-M 22mm f/2 STM – Canon
- Canon EF-M 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM – Canon
- Canon EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM – Canon
- Sigma 18-250mm F3.5-6.3 DC Macro OS HSM – Canon
- Zeiss Distagon T* 2/25 ZE – Canon
- Zeiss Distagon T* 1,4/35 ZE – Canon
- LEICA APO-SUMMICRON-M 50 mm f/2 ASPH. – Leica
- LEICA APO MACRO SUMMARIT-S 120 mm f/2.5 (CS) – Leica
- LEICA ELMARIT-S 30 mm f/2.8 ASPH. (CS) – Leica
- LEICA SUMMARIT-S 35 mm f/2.5 ASPH. (CS) – Leica
- LEICA SUMMARIT-S 70 mm f/2.5 ASPH. (CS) – Leica
- LEICA APO ELMAR-S 180 mm f/3.5 (CS) – Leica
- LEICA VARIO-ELMAR-S 30-90 mm f/3.5-5.6 ASPH. – Leica
- LEICA SUPER-ELMAR-S 24 mm f/3.5 ASPH – Leica
- Hasselblad HCD 4/28 – Leica
- Hasselblad HC 3,5/35 – Leica
- Hasselblad HC 3,5/50 – Leica
- Hasselblad HC 2,8/80 – Leica
- Hasselblad HC 2,2/100 – Leica
- Hasselblad HC Macro 4/120 – Leica
- Hasselblad HC 3,2/150 – Leica
- Hasselblad HC 4/210 – Leica
- Hasselblad HC 4,5/300 – Leica
- Hasselblad HC 3,5-4,5/50-110 – Leica
- Hasselblad HCD 4-5,6/35-90 – Leica
- Nikon 1 NIKKOR 11-27.5mm f/3.5-5.6 – Nikon
- Nikon AF-S DX NIKKOR 18-300mm f/3.5-5.6G ED VR – Nikon
- Nikon AF-S NIKKOR 24-85mm f/3.5-4.5G ED VR – Nikon
- Sigma 18-250mm F3.5-6.3 DC Macro OS HSM – Nikon
- Tamron SP 24-70mm F/2.8 Di VC USD A007N – Nikon
- Zeiss Distagon T* 2/25 ZF.2 – Nikon
- Zeiss Distagon T* 1,4/35 ZF.2 – Nikon
- Pentax smc DA 40mm F2.8 XS – Pentax
- Pentax smc DA 50mm F1.8 – Pentax
- Pentax smc DA 645 25mm F4 AL (IF) SDM AW – Pentax
- Pentax smc D FA 645 25mm f/4 AL (IF) SDM AW – Pentax
- Sigma 18-50mm F2.8-4.5 DC HSM – Pentax
- Sigma 18-250mm F3.5-6.3 DC Macro OS HSM – Sigma
- Sigma 18-50mm F2.8-4.5 DC HSM – Sony
- Sigma 105mm F2.8 EX DG OS HSM Macro – Sony
Memberi Efek Grunge Pada Foto Dengan Lightroom
Dalam artikel ini kita akan membuat efek grunge dengan sedikit kesan
retro dalam foto dengan menggunakan Adobe Lightroom, tanpa photoshop
samasekali (jadi kerjaan akan menjadi sangat cepat). Dan kalau biasanya
belfot memberikan lightroom presets yang bisa langsung dipakai,
untuk ini kita akan mengolah dan menjabarkannya satu demi satu supaya
anda bisa mengikutinya. Foto sebelum diproses (kiri) dan setelah
diproses (kanan) bisa anda lihat dibawah ini:



Sehingga foto berubah menjadi seperti ini:


Sekarang kita akan melakukan adjustment di panel split toning:

Hasil foto dengan adjustment di panel HSL dan Split Toning menjadi seperti ini:



Nah selamat mencoba.
Langkah 1. Import Foto di Lightroom
Pertama kali kita harus mengimport foto ke katalog lightroom. Secara default kita berada di modul Library, untuk itu setelah anda selesai meng-import, klik modul Develop.Langkah 2. Lakukan Editing Di Panel Basic
Di panel Basic kita akan membuat beberapa perubahan untuk mengubah saturasi warna grunge, mempertinggi kontras dan memperjelas tekstur. Perubahan yang saya lakukan untuk foto ini adalah sebagai berikut:Sehingga foto berubah menjadi seperti ini:
Langkah 3. Lakukan adjustment di panel HSL & SPlit Toning
Turun kebawah di sebelah kanan anda akan melihat panel HSL/Color/B&W, klik HSL lalu klil All. Perubahan yang dilakukan di panel ini (dan juga nanti di panel split toning) adalah untuk menggeser kesan warna supaya mendekati warna grunge yang cukup populer, editing yang dilakukan adalah sebagai berikut:Sekarang kita akan melakukan adjustment di panel split toning:
Hasil foto dengan adjustment di panel HSL dan Split Toning menjadi seperti ini:
Langkah 4. Tambahkan Vignette
Penambahan sedikit vignette hanyalah sekedar pemanis, jadi sebenarnya tidak perlu-perlu amat. Untuk menambah vignette, adjustment dilakukan di panel Effects, lalu Post Crop Vignetting:Hasil Akhir Foto
Hasil akhir foto adalah seperti ini:Nah selamat mencoba.
Memperbaiki Foto Saat Subyek Ada Di Shadow Dengan Photoshop
Sekali-kali pernah dong memotret subyek yang membelakangi cahaya,
baik itu orang ataupun subyek lain (gedung, binatang). Dan kebetulan
kita tidak bawa reflektor/flash atau memang lupa melakukan kompensasi exposure
sehingga muka si subyek foto menjadi gelap (shadows) sementara
background lumayan terang (highlights). Oke, ada cara cepat
memperbaikinya, salah satunya adalah dengan cara kuno di photoshop
memanfaatkan Shadows/Highlights adjustment. Caranya cukup cepat,
silahkan:

Dari foto diatas, idealnya kita ingin membuat wajahnya lebih terang namun background tetap tidak terbakar.




Selamat mencoba.
Buka foto di photoshop
Dari foto diatas, idealnya kita ingin membuat wajahnya lebih terang namun background tetap tidak terbakar.
Aktifkan: Image > Adjustment > Shadows/Highlights
Dalam kotak dialog shadows/highlights:
Saat muncul kotak dialog, bagian gelap akan secara otomatis diterangkan sebanyak 35%. Problemnya adalah, muka masih tetap kurang terang. Kalau kita nekad menaikkan shadows lagi menjadi 80%, bagian terang menjadi terlalu terang, sehingga secara keseluruhan foto tampak aneh dan flat:Show more options
Triknya adalah dengan mengaktifkan Show More Options, centang kotak bertuliskan “show more options” dibagian bawah kotak dialog, maka akan muncul opsi adjustment yang lebih banyak. Kemudian naikkan slider Radius, saya menaikkan ke angka 150. Sekarang untuk menjaga agar highlights tidak terlalu terang, naikkan slider Highlights, disini saya kasih 40% sementara Radiusnya sama 150. Untuk foto yang berbeda, pastikan anda melihat efek perubahan yang dialami foto saat menggeser slider:Hasil Akhir
Memang tidak akan sebagus kalau kita membawa reflektor/flash untuk menerangi wajah yang ada di shadow, namun paling tidak foto ini sudah bisa dipakai untuk diproses lebih jauh:Selamat mencoba.
Preset Lightroom Keren Untuk Wedding
Silahkan download 7 preset lightroom yang akan membuat foto bertema
wedding, pre-wedding, engagement atau foto dengan tema sejenis makin
keren. Link download ada dibagian akhir artikel. Lihat bagaimana
masing-masing preset berefek pada foto aslinya dalam preview dibawah
ini:
Nah silahkan dipilih mana yang sesuai selera anda. Download presetnya disini. Kalau anda masih bingung cara menggunakan preset lightroom, silahkan simak artikel ini.
Foto Asli
1. Dengan Preset Wedding BW
2. Dengan Preset Wedding Dreamy
3. Dengan Preset Wedding Fantasi
4. Dengan Preset Wedding Smoothie
5. Dengan Preset Wedding Kalem
6. Dengan Preset Wedding Momento
7. Dengan Preset Wedding Peach
Cara Menambahkan Tekstur Pada Foto Dengan Photoshop
Artikel ini akan membantu anda bagaimana cara menambahkan tekstur
pada foto dengan menggunakan Photoshop. Hasil akhir adalah mirip dengan
foto yang ada diatas, foto diatas dihasilkan dengan menambahkan tekstur
ini:

dengan foto ini:

Mari kita mulai.
2. Buat seleksi di file tekstur lalu copy. Klik window berisi file tekstur di photoshop, lalu pencet Control-A kemudian Control-C, pemakai Mac tombol control diganti dengan command
3. Kemudian paste hasil copy ini keatas file foto. Klik window di photoshop yang berisi foto, lalu pencet Control-V
4. Seret posisi file tekstur agar semua foto tertutup:

5. Ubah blending mode ke “overlay”

6. Buat adjustment mask

7. Hapus atau kurangi intensitas tekstur yang terlihat di kulit model supaya tidak terlihat terlalu aneh (sesuai selera), gunakan brush tool, pencet B lalu mulailah melukis dibagian kulit model

8. Selesai

Nah selamat mencoba.
dengan foto ini:
Mari kita mulai.
Apa saja yang dibutuhkan?
Berikut beberapa hal yang anda butuhkan:- photoshop, semua versi bisa
- file gambar tekstur, silahkan download disini untuk contoh tekstur yang dipakai disini
- foto asli yang ingin anda tambahi tekstur
Langkah-langkah editing
1. Pertama-tama, buka file tekstur dan file foto di photoshop2. Buat seleksi di file tekstur lalu copy. Klik window berisi file tekstur di photoshop, lalu pencet Control-A kemudian Control-C, pemakai Mac tombol control diganti dengan command
3. Kemudian paste hasil copy ini keatas file foto. Klik window di photoshop yang berisi foto, lalu pencet Control-V
4. Seret posisi file tekstur agar semua foto tertutup:
5. Ubah blending mode ke “overlay”
6. Buat adjustment mask
7. Hapus atau kurangi intensitas tekstur yang terlihat di kulit model supaya tidak terlihat terlalu aneh (sesuai selera), gunakan brush tool, pencet B lalu mulailah melukis dibagian kulit model
8. Selesai
Beberapa contoh foto dengan campuran tekstur:
Nah selamat mencoba.
Membuat Efek Dreamy Focus Dengan 4 Langkah Singkat Photoshop
Membuat Efek Dreamy Focus Dengan 4 Langkah Singkat Photoshop
Kita akan membuat efek soft focus (dreamy) pada sebuah foto landscape dengan hasil akhir seperti foto diatas. Efek dreamy focus ini bisa dipakai baik untuk foto landscape, portrait atau jenis apapun. Mari kita mulai:Langkah 1. Sharpening foto dengan Unsharp Mask
Langkah sharpening biasanya dilakukan pada saat terakhir melakukan edit, namun karena kita akan melakukan softening, sharpening kita lakukan pertama kali. Setelah anda membuka foto di Photoshop, lakukan sharpening memanfaatkan Unshar Mask filter. Klik Filter > Sharpen > Unsharp Mask.Saat muncul kotak dialog, isikan Amount 120%, Radius 1 dan Treshold 3.
Langkah 2. Duplikat layer
Untuk melakukan duplikat, cukup pencet Control-J (Mac: Command – J).Langkah 3. Gaussian Blur
Sekarang kita akan memblurkan layer teratas dengan filter gaussian blur. Pencet Filter > Blur > Gaussian Blur.Foto dilayer teratas akan terlihat blur seperti ini:
Langkah 4. Ubah Opacity
Langkah terakhir adalah dengan mengubah opacity di layer teratas yang tadi sudah kita blurkan, di panel Layer ubah opacity layer teratas, sambil perhatikan hasil akhir foto set opacity diangka sekitar 30-40%, saya set di angka 36% dengan hasil seperti berikut:Selesai
Memang efek ini cukup simpel dan cepat dilakukan, efek dreamy focus ini ampuh juga dipakai untuk foto portrait misalnya dibawah ini:Nah, selamat mencoba.
Beginilah Cara Mengganti Backgorund Pada Sebuah Foto
Artikel berikut ini adalah kiriman dari bro Acong Setia Budi, silahkan follow di twitter @acongsb. Kirimkan artikel anda ke redaksi belfot di halo@belfot.com
Saya ingin berbagi pengetahuan dengan pembaca belfot, dan untuk saat ini adalah bagaimana cara mengganti dan mempercantik latar belakang (background) pada sebuah foto makro. Sebenarnya cara ini sudah beredar di kalangan penggiat foto makro, hanya mungkin ada yang belum tahu.
Yuk kita coba satu persatu dulu.
Saya punya sebuah foto yang secara kualitas sebenarnya sangat mengecewakan, karena dari segi komposisi seharusnya bisa saya maksimalkan. Berikut ini foto yang saya maksudkan:
Lalu
saya coba untuk mengeksplorasi bagian background yang sangat kosong
dengan rerumputan atau bokeh atau apalah yang menurut saya akan membuat
foto lebih sedap di pandang. Bukan berarti foto dengan latar belakang
bersih tidak sedap di pandang yah, ini kembali ke selera masing-masing
sih.
Kita ambil foto background yang diinginkan, disini saya ambil serumpun rumput di pekarangan.

Lalu mulai kita olah di photoshop dengan konfigurasi sebagai berikut:

Lalu kita lanjutkan dengan masking area yang seharusnya tajam atau area yang seharusnya nyata, karena proses di atas membuat foto pertama dengan foto kedua terlihat menyatu.
Disini kita menggunakan brush tool, caranya:

Beginilah hasil akhir foto:

Semoga bermanfaat dan salam.
Saya ingin berbagi pengetahuan dengan pembaca belfot, dan untuk saat ini adalah bagaimana cara mengganti dan mempercantik latar belakang (background) pada sebuah foto makro. Sebenarnya cara ini sudah beredar di kalangan penggiat foto makro, hanya mungkin ada yang belum tahu.
Yuk kita coba satu persatu dulu.
Saya punya sebuah foto yang secara kualitas sebenarnya sangat mengecewakan, karena dari segi komposisi seharusnya bisa saya maksimalkan. Berikut ini foto yang saya maksudkan:
Kita ambil foto background yang diinginkan, disini saya ambil serumpun rumput di pekarangan.
Lalu mulai kita olah di photoshop dengan konfigurasi sebagai berikut:
- Posisikan foto background (rumput) ada di layer paling atas dan subyek utama (capung) ada di bawahnya (lihat gambar)
- Ubah pilihan layer menjadi soft light atau kalau tidak bekerja bisa merubah opacity menjadi lebih kecil tergantung keinginan
Lalu kita lanjutkan dengan masking area yang seharusnya tajam atau area yang seharusnya nyata, karena proses di atas membuat foto pertama dengan foto kedua terlihat menyatu.
Disini kita menggunakan brush tool, caranya:
- Pada background yang akan kita bersihkan, aktifkan layernya, lalu add layer mask
- klik brush tool, atur opacity sesuai dengan selera disini saya menggunakan 100%
- lalu brush dan kuaskan pada bagian poi yang ingin di pertajam atau di perjelas
- pastikan set foreground colour sudah pada warna hitam
Beginilah hasil akhir foto:
Semoga bermanfaat dan salam.
4 Kamera Mirrorless Terbaik Di Pasaran Saat Ini
Seperti sudah diulas di kilas balik tren fotografi 2012,
kamera mirrorless adalah produk yang cukup hot saat ini dan
diperkirakan akan makin banyak dipakai kedepannya. Beberapa produsen
melihat peluang bahwa banyak juga penggila fotografi yang menginginkan
kualitas gambar yang bagus namun tidak ingin memnenteng DSLR yang besar
dan berat kemana-kemana, lahirlah kelas kamera mirrorless.
Kalau anda tertarik menjadikan kamera mirrorless sebagai backup, atau malah sebagai kamera utama menggantikan kamera DSLR, berikut ini empat kamera mirrorless yang pantas dijadikan pertimbangan:

OM-D adalah reinkarnasi digital dari kamera klasik 35mm film OM-2 keluaran olympus di jaman keemasan film. DP Review menyebut kamera OM-D EM-5 sebagai kamera micro four third terbaik saat ini dan memberikan keseluruhan rating 80% (sebagai komparasi , Canon 5D Mark III dan Nikon D800 sama-sama diberi rating 82% sementara Nikon D3200 diberi rating 73%, makin tinggi rating makin bagus).

Kamera ini memiliki ukuran fisik yang cukup kecil dan ringan sehingga enak dibawa kemana-mana namun memiliki beberapa fitur yang menggiurkan: image stabilization canggih yang selalu menempel di body kamera (bukan di lensa), autofokus yang super cepat (Olympus mengklaim sebagai yang tercepat didunia) dan noise cukup rendah di ISO tinggi serta kualitas gambar yang tinggi. Dan sebagai kamera micro four third, kamera ini juga secara langsung kompatibel dengan lensa-lensa micro four third keren dari Panasonic.
Anda bisa membeli OM-D EM-5 dengan harga (saat ini) sekitar Rp. 13 Juta plus lensa kit.

Fuji X-Pro1 diklaim memiliki ketajaman dan kualitas gambar yang fantastis dengan design sensor yang lain dari kebanyakan kamera, DP Review memberi kamera ini rating 79%. Kamera ini memiliki performas ISO yang fantastis sampai dengan ISO 6400. Kelemahan utama kamera dengan design retro yang unik ini adalah sistem autofokusnya yang cukup lelet (bagi yang sudah terbiasa dengan DSLR kelas atas) dan bagi kita di Indonesia mungkin ketersediaan lensa dan part. Namun X -Pro1 dilengkapi dengan viewfinder optik dan kontrol exposure yang memberi feel seperti rangefinder Leica.

Fuji XE-1 adalah versi lebih murah dari X-Pro1 dengan fitur viewfinder optik diganti dengan viewfinder elektronik. Anda bisa membeli X-PRo 1 saat ini dengan harga sekitar Rp 20 Juta (plus lensa kit) sementara XE-1 dijual di kisaran harga Rp 9 Juta (body only).

Sony memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan kamera mirrorless seri NEX dan NEX-6 adalah iterasi ketiganya setelah NEX-3 dan NEX-5 sejak 2010.
Sony NEX-6 adalah saudara mudah dari SOny NEX-7, yang membedakan keduanya terutama adalah resolusi sensor (16 MP versus 24 MP) dan harganya yang lebih murah. Sony menggunakan kombinasi phase detect dan contrast detct sehingga performa autofokus-nya lumayan cepat.

Performa ISO tinggi juga cukup bagus sampai ISO 3200. Itu semua didukung dengan barisan lensa SOny E-Mount yang terus berkembang dan juga mulai didukung oleh produsen lensa third party (Sigma dan Tamron). Menjadi pemanis, dalam kamera ini juga dilengkapi dengan koneksi wi-fi sehingga kita bisa mengirim foto langsung dari NEX-6 ke facebook atau media sosial lainnya.
Anda bisa membeli Sony NEX-6 dengan harga sekitar Rp 9 Juta (plus lensa kit).

DP Review memberi kamera ini 77% rating. Panasonic DMC-GX1 adalah kamera micro four third mungil yang hanya sedikit lebih besar dibanding kamera saku namun dengan kemampuan yang besar dan memiliki konstruksi yang cukup bandel.
Dibandingkan OM-D EM-5 yang sesama kamera micro four third, Panasonic GX1 memiliki fitur yang lebih sederhana dan simpel sehinga harganya jauh lebih terjangkau, namun memiliki resolusi sensor yang lebih tinggi dan kecepatan autofokusnya tidak kalah. GX1 juga menerima semua lensa yang kompatibel dengan micro four third (olympus + panasonic + third party).

Anda bisa membeli Panasonic GX1 dengan harga sekitar Rp 6 Juta (sudah termasuk lensa kit).
SELAMAT BERBURU :D
Kalau anda tertarik menjadikan kamera mirrorless sebagai backup, atau malah sebagai kamera utama menggantikan kamera DSLR, berikut ini empat kamera mirrorless yang pantas dijadikan pertimbangan:
Olympus OM-D EM-5
OM-D adalah reinkarnasi digital dari kamera klasik 35mm film OM-2 keluaran olympus di jaman keemasan film. DP Review menyebut kamera OM-D EM-5 sebagai kamera micro four third terbaik saat ini dan memberikan keseluruhan rating 80% (sebagai komparasi , Canon 5D Mark III dan Nikon D800 sama-sama diberi rating 82% sementara Nikon D3200 diberi rating 73%, makin tinggi rating makin bagus).
Kamera ini memiliki ukuran fisik yang cukup kecil dan ringan sehingga enak dibawa kemana-mana namun memiliki beberapa fitur yang menggiurkan: image stabilization canggih yang selalu menempel di body kamera (bukan di lensa), autofokus yang super cepat (Olympus mengklaim sebagai yang tercepat didunia) dan noise cukup rendah di ISO tinggi serta kualitas gambar yang tinggi. Dan sebagai kamera micro four third, kamera ini juga secara langsung kompatibel dengan lensa-lensa micro four third keren dari Panasonic.
Anda bisa membeli OM-D EM-5 dengan harga (saat ini) sekitar Rp. 13 Juta plus lensa kit.
Fuji X-Pro1 dan XE-1
Fuji X-Pro1 diklaim memiliki ketajaman dan kualitas gambar yang fantastis dengan design sensor yang lain dari kebanyakan kamera, DP Review memberi kamera ini rating 79%. Kamera ini memiliki performas ISO yang fantastis sampai dengan ISO 6400. Kelemahan utama kamera dengan design retro yang unik ini adalah sistem autofokusnya yang cukup lelet (bagi yang sudah terbiasa dengan DSLR kelas atas) dan bagi kita di Indonesia mungkin ketersediaan lensa dan part. Namun X -Pro1 dilengkapi dengan viewfinder optik dan kontrol exposure yang memberi feel seperti rangefinder Leica.
Fuji XE-1 adalah versi lebih murah dari X-Pro1 dengan fitur viewfinder optik diganti dengan viewfinder elektronik. Anda bisa membeli X-PRo 1 saat ini dengan harga sekitar Rp 20 Juta (plus lensa kit) sementara XE-1 dijual di kisaran harga Rp 9 Juta (body only).
Sony Alpha NEX-6
Sony memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan kamera mirrorless seri NEX dan NEX-6 adalah iterasi ketiganya setelah NEX-3 dan NEX-5 sejak 2010.
Sony NEX-6 adalah saudara mudah dari SOny NEX-7, yang membedakan keduanya terutama adalah resolusi sensor (16 MP versus 24 MP) dan harganya yang lebih murah. Sony menggunakan kombinasi phase detect dan contrast detct sehingga performa autofokus-nya lumayan cepat.
Performa ISO tinggi juga cukup bagus sampai ISO 3200. Itu semua didukung dengan barisan lensa SOny E-Mount yang terus berkembang dan juga mulai didukung oleh produsen lensa third party (Sigma dan Tamron). Menjadi pemanis, dalam kamera ini juga dilengkapi dengan koneksi wi-fi sehingga kita bisa mengirim foto langsung dari NEX-6 ke facebook atau media sosial lainnya.
Anda bisa membeli Sony NEX-6 dengan harga sekitar Rp 9 Juta (plus lensa kit).
Panasonic GX1
DP Review memberi kamera ini 77% rating. Panasonic DMC-GX1 adalah kamera micro four third mungil yang hanya sedikit lebih besar dibanding kamera saku namun dengan kemampuan yang besar dan memiliki konstruksi yang cukup bandel.
Dibandingkan OM-D EM-5 yang sesama kamera micro four third, Panasonic GX1 memiliki fitur yang lebih sederhana dan simpel sehinga harganya jauh lebih terjangkau, namun memiliki resolusi sensor yang lebih tinggi dan kecepatan autofokusnya tidak kalah. GX1 juga menerima semua lensa yang kompatibel dengan micro four third (olympus + panasonic + third party).
Anda bisa membeli Panasonic GX1 dengan harga sekitar Rp 6 Juta (sudah termasuk lensa kit).
SELAMAT BERBURU :D
Langganan:
Komentar (Atom)