Seperti sudah diulas di
kilas balik tren fotografi 2012,
kamera mirrorless adalah produk yang cukup hot saat ini dan
diperkirakan akan makin banyak dipakai kedepannya. Beberapa produsen
melihat peluang bahwa banyak juga penggila fotografi yang menginginkan
kualitas gambar yang bagus namun tidak ingin memnenteng DSLR yang besar
dan berat kemana-kemana, lahirlah kelas
kamera mirrorless.
Kalau anda tertarik menjadikan kamera mirrorless sebagai backup, atau
malah sebagai kamera utama menggantikan kamera DSLR, berikut ini empat
kamera mirrorless yang pantas dijadikan pertimbangan:
Olympus OM-D EM-5

OM-D adalah reinkarnasi digital dari kamera klasik 35mm film OM-2 keluaran olympus di jaman keemasan film.
DP Review menyebut kamera OM-D EM-5 sebagai kamera micro four third terbaik saat
ini dan memberikan keseluruhan rating 80% (sebagai komparasi , Canon 5D
Mark III dan Nikon D800 sama-sama diberi rating 82% sementara Nikon
D3200 diberi rating 73%, makin tinggi rating makin bagus).

Kamera ini memiliki ukuran fisik yang cukup kecil dan ringan sehingga
enak dibawa kemana-mana namun memiliki beberapa fitur yang menggiurkan:
image stabilization canggih yang selalu menempel di body kamera (bukan
di lensa), autofokus yang super cepat (Olympus mengklaim sebagai yang
tercepat didunia) dan noise cukup rendah di ISO tinggi serta kualitas
gambar yang tinggi. Dan sebagai kamera micro four third, kamera ini juga
secara langsung kompatibel dengan lensa-lensa micro four third keren
dari Panasonic.
Anda bisa membeli OM-D EM-5 dengan harga (saat ini) sekitar Rp. 13 Juta plus lensa kit.
Fuji X-Pro1 dan XE-1

Fuji X-Pro1 diklaim memiliki ketajaman dan kualitas gambar yang
fantastis dengan design sensor yang lain dari kebanyakan kamera,
DP Review memberi kamera ini rating 79%.
Kamera ini memiliki performas ISO yang fantastis sampai dengan ISO
6400. Kelemahan utama kamera dengan design retro yang unik ini adalah
sistem autofokusnya yang cukup lelet (bagi yang sudah terbiasa dengan
DSLR kelas atas) dan bagi kita di Indonesia mungkin ketersediaan lensa
dan part. Namun X -Pro1 dilengkapi dengan viewfinder optik dan kontrol
exposure yang memberi
feel seperti rangefinder Leica.

Fuji XE-1 adalah versi lebih murah dari X-Pro1 dengan fitur
viewfinder optik diganti dengan viewfinder elektronik. Anda bisa membeli
X-PRo 1 saat ini dengan harga sekitar Rp 20 Juta (plus lensa kit)
sementara XE-1 dijual di kisaran harga Rp 9 Juta (body only).
Sony Alpha NEX-6

Sony memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan kamera mirrorless
seri NEX dan NEX-6 adalah iterasi ketiganya setelah NEX-3 dan NEX-5
sejak 2010.
Sony NEX-6 adalah saudara mudah dari SOny NEX-7, yang membedakan
keduanya terutama adalah resolusi sensor (16 MP versus 24 MP) dan
harganya yang lebih murah. Sony menggunakan kombinasi phase detect dan
contrast detct sehingga performa autofokus-nya lumayan cepat.

Performa ISO tinggi juga cukup bagus sampai ISO 3200. Itu semua
didukung dengan barisan lensa SOny E-Mount yang terus berkembang dan
juga mulai didukung oleh produsen lensa third party (Sigma dan Tamron).
Menjadi pemanis, dalam kamera ini juga dilengkapi dengan koneksi wi-fi
sehingga kita bisa mengirim foto langsung dari NEX-6 ke facebook atau
media sosial lainnya.
Anda bisa membeli Sony NEX-6 dengan harga sekitar Rp 9 Juta (plus lensa kit).
Panasonic GX1
DP Review memberi kamera ini 77% rating.
Panasonic DMC-GX1 adalah kamera micro four third mungil yang hanya
sedikit lebih besar dibanding kamera saku namun dengan kemampuan yang
besar dan memiliki konstruksi yang cukup bandel.
Dibandingkan OM-D EM-5 yang sesama kamera micro four third, Panasonic
GX1 memiliki fitur yang lebih sederhana dan simpel sehinga harganya
jauh lebih terjangkau, namun memiliki resolusi sensor yang lebih tinggi
dan kecepatan autofokusnya tidak kalah. GX1 juga menerima semua lensa
yang kompatibel dengan micro four third (olympus + panasonic + third
party).

Anda bisa membeli Panasonic GX1 dengan harga sekitar Rp 6 Juta (sudah termasuk lensa kit).
SELAMAT BERBURU :D